Langsung ke konten utama

How I Became who I am Now

Saat orang bilang kalau aku "baik", aku tahu saat itu Allah menutupi segala keburukan-keburukanku. Jika saja mereka tahu, pasti saja mereka akan jauh untuk terpikir seperti itu.
Aku yang saat ini bukan aku yang dahulu. Selama waktu berjalan, melalui lingkunganku pula aku banyak belajar hingga aku menjadi seperti saat ini.
Kalau kamu terpikir tentang sedikitnya aku bercerita tentangku kepadamu, coba tanyakan dahulu dirimu, seberapa sering kau bertanya tentangku? Seberapa ingin tahu dan antusiasnya dirimu ingin mengenalku?
Dari hidup aku belajar banyak hal.

Aku belajar menjadi orang yang tertutup saat orang terdekat mengabaikan dan menolak cerita antusiasku.
Aku belajar untuk menonjol dan aktif dari kelompokku saat anggota kelompokku dulu meninggalkanku dan membohongiku.
Aku belajar menjadi pencuriga saat orang-orang terdekatku mengkhianati dengan kata dan lakunya.
Aku belajar untuk tidak mempercayai saat orang terdekatku membohongiku lebih dari sekali.
Aku belajar untuk tidak sembarang cerita saat ceritaku justru menjadi bahan dagangan.
Aku belajar menjadi kuat dan arogan saat orang-orang melemahkanku.
Aku belajar menjadi keras saat orang lain memperlakukanku dengan seenaknya.

Aku pun belajar setia saat masih ada orang yang membersamai saat sempitku.
Aku pun belajar pemberani saat aku melihat menjadi pengecut adalah memuakan.
Aku belajar memilih teman saat tidak semua teman dapat menerima aku apa adanya tanoa tuntutan
Aku pun belajar berempat saat orang-orang tulus masih ada menyapaku dengan lembut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Hati yang Tak Sempat Melengkapi

Banyaknya kesamaan dan tawa yang aku dan kamu miliki dan berbagai rasa yang sempat saling berbagi, membuat aku mengira kamu adalah potongan hati pelengkap milikku. Namun aku lupa satu hal, untuk dapat melengkapi satu sama lain, yang aku butuhkan bukanlah bentuk potongan yang sama, melainkan potongan yang saling menggenapi kekosongan yang aku punya dan begitupun aku yang dapat mengisi kekosongan yang kamu punya. Kita telah mencoba dalam skala waktu yang semakin lama semakin membuat aku dan kamu saling terluka, dalam pemaksaan untuk menyatukan potongan itu. Hingga akhirnya kita menyadari usaha kita lama kelamaan hanya akan merusak potongan hati yang kita punya, entah itu patah, sobek, retak ataupun memar. Semakin kita mencoba, semakin kita melukai satu sama lain hingga rasanya benturan kecil akan membuat retak menjalar dengan rapuhnya untuk saling menggugurkan. Malam itu, saat tangis antara aku dan kamu saling tertahan. Saat aku dan kamu butuh untuk saling menguatkan dan berkata, ...

Masalah dan Solusi

Setiap manusia hidup pasti punya permasalahan dan persoalan. Tingkatannya juga bermacam-macam, mulai yang mudah hingga sulit. Datangnya pun bisa sendiri-sendiri atau borongan kayak suporter bola. Saat masalah datang apa yang kira-kira kita butuhkan? Yups..Solusi. FYI.. masalah itu datang sepaket sama solusi nya. Hanya walaupun dua hal itu sepaket, mereka belum tentu datang bersamaan. Jika masalah datang (kadang) tanpa diundang, solusi beda cara kawan. Solusi perlu usaha untuk didapatkan, dengan berpikir dan dicari. Tapi tenang, jangan berputus asa berharap, dan hanyalah berharap kepada Allah. Allah tidak akan membiarkan kita hidup dengan masalah tanpa kasih solusi, Allah ga akan menyia-nyiakan hambaNya, selama hambanya yakin. Oleh karena itu jangan risau saat masalah dan tekanan datang, karena solusi selalu ada saat kamu percaya dan berusaha. Dan bisa jadi menjadi jalanmu untuk lebih dekat dengan Rabb semesta alam #sabtulis

Senja

Pada suatu senja, di balkon lantai 2 rumah berwarna abu-abu, bercakaplah sepasang suami istri. "Untuk apa kita disini?" Tanya sang istri yang duduk bersebelahan suaminya dengan tatapan heran. "Memandang senja," jawab sang suami tenang. Sang istri mendengus, "Sudah kubilang, aku tidak suka senja. Aku lebih suka pagi. Bagiku senja membuatku hampa, seperti berada di kota mati sendirian ditengah para zombie. Sungguh tidak ada yang bisa kunikmati dari senja selain kegusaran," "Justru itu. Apakah ada pagi jika senja tak pernah ada? Bagaimana bisa kamu mensyukuri dan menikmati pagi yang kau sukai, jika senja yang kau benci tak pernah hadir untuk saling mengisi waktu yang saling berganti? "Istriku sayang, bersyukur itu satu paket, baik untuk yang kamu senangi menerimanya ataupun yang bahkan kau segan untuk menengoknya, "Seperti aku yang tidak sepenuhnya sempurna, yang pasti punya kekurangan sebagai manusia, namun kau mau menerimanya, hingga k...