Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label sabtulis #sabtulis

Bersyukur

Syukur.. Kata yang begitu singkat dan sederhana untuk diucapkan namun punya pemaknaan yang dalam dan kadang kala tidak sesedarhana dalam penerapannya. Kamu tahu bahwa bersyukur dapat menyederhanakan rumitnya permasalahan yang menyempitkan hati? Namun sayangnya kodrat manusia sebagai pengeluh sering memburamkan syukur sehingga tak terlihat pandangan akal. Syukur pun bukan hanya saat didatangkan hadiah berlimpah atau kemenangan besar. Namun syukur baiknya ada saat semua terasa sempit, dan ini akan terasa sangat nikmat. Seperti pagi ini, saat aku lupa membawa uang untuk ongkos angkot, dan tanpa diduga ada uang tersisa dengan nominal sejumlah ongkos angkot itu, tidak kurang, tidak lebih. Percayalah selalu ada sela pada keluhmu untuk bersyukur. Karena bersyukur akan melapangkan hatimu dan menjadikannya samudera luas yang tak akan terusik oleh riak tangan manusia. Dan kejadian pagi ini juga membuktikan bahwa Allah telah menjamin rezeki hambaNya, tidak kurang dan tidak lebih, sesuai ke...

Lingkar Pertemanan: Yuning Ika Rahmawati

Perkenalkan tentang temanku ini, Namanya Yuning Ika Rahmawati. Kami bertemu saat kelas 10 SMA, waktu itu yuning duduknya sama erni (cmiiw), tapi semenjak kelas 11-12 kami jadi teman semeja tapi beda bangku ya. Aku rasa kami berjodoh, karena saat kuliah kami dipertemukan di kampus yang sama, walau jurusan yang beda, tapi kelas kita tetanggaan. Beberapa teman yuning pun jadi temanku, dan beberapa temanku jadi teman yuning. Lalu kita bersama-bersama memperbesar lingkar pertemanan kita. Jika digambarkan dalam 5 kata dari sudut pandangku, maka yuning itu: CERDAS KRITIS AKTIF OPEN MINDED RAJIN/PEKERJA KERAS Sebenarnya masih banyak lagi sampai akupun kehabisan kata buat mendeskripsikannya. Yang pasti, dia salah satu influencer dan pemacu semangat untukku. Pribadinya yang aktif, supel dan penuh semangat positif, membuatku ingin berlomba pula buat jd aktif dan berfikir maju, aktif, produktif dan luas kedepan. Ya begitu aku, perlu pemicu yang konstan dan stabil agar bisa semangat menjad...

Senja

Pada suatu senja, di balkon lantai 2 rumah berwarna abu-abu, bercakaplah sepasang suami istri. "Untuk apa kita disini?" Tanya sang istri yang duduk bersebelahan suaminya dengan tatapan heran. "Memandang senja," jawab sang suami tenang. Sang istri mendengus, "Sudah kubilang, aku tidak suka senja. Aku lebih suka pagi. Bagiku senja membuatku hampa, seperti berada di kota mati sendirian ditengah para zombie. Sungguh tidak ada yang bisa kunikmati dari senja selain kegusaran," "Justru itu. Apakah ada pagi jika senja tak pernah ada? Bagaimana bisa kamu mensyukuri dan menikmati pagi yang kau sukai, jika senja yang kau benci tak pernah hadir untuk saling mengisi waktu yang saling berganti? "Istriku sayang, bersyukur itu satu paket, baik untuk yang kamu senangi menerimanya ataupun yang bahkan kau segan untuk menengoknya, "Seperti aku yang tidak sepenuhnya sempurna, yang pasti punya kekurangan sebagai manusia, namun kau mau menerimanya, hingga k...

Sepotong Hati yang Tak Sempat Melengkapi

Banyaknya kesamaan dan tawa yang aku dan kamu miliki dan berbagai rasa yang sempat saling berbagi, membuat aku mengira kamu adalah potongan hati pelengkap milikku. Namun aku lupa satu hal, untuk dapat melengkapi satu sama lain, yang aku butuhkan bukanlah bentuk potongan yang sama, melainkan potongan yang saling menggenapi kekosongan yang aku punya dan begitupun aku yang dapat mengisi kekosongan yang kamu punya. Kita telah mencoba dalam skala waktu yang semakin lama semakin membuat aku dan kamu saling terluka, dalam pemaksaan untuk menyatukan potongan itu. Hingga akhirnya kita menyadari usaha kita lama kelamaan hanya akan merusak potongan hati yang kita punya, entah itu patah, sobek, retak ataupun memar. Semakin kita mencoba, semakin kita melukai satu sama lain hingga rasanya benturan kecil akan membuat retak menjalar dengan rapuhnya untuk saling menggugurkan. Malam itu, saat tangis antara aku dan kamu saling tertahan. Saat aku dan kamu butuh untuk saling menguatkan dan berkata, ...

Skala Waktu

... Skala Waktu... Masing-masing manusia mempunyai skala waktu yang berbeda, tidak ada yang sama persis. Mulai dari bayi hingga menua dan wafat, masing-masing kita memiliki pola yang berbeda. Ada yang rentang lahir dan mati nya begitu dekat, bahkan tak sampai berumur sehari. Dan ada pula yang skala lahir dan matinya harus melampaui ratusan tahun dan menyaksikan banyak perubahan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, skala waktu antar manusia tidak dapat di bandingkan, karena masing-masing memiliki variabel yang berbeda. Jika meminjam istilah statistika, ada variabel bebas, variabel terikat dan konstanta. Variabel bebas adalah variabel yang dapat kita ubah untuk masa depan, variabel terikat adalah hasil dari formula ajaib variabel bebas kita dengan konstanta yang secara mutlak sudah ditetapkan oleh Rabb kita. Membandingkan satu manusia dengan manusia lain, bagai memperdebatkan ketentuan Rabb yang Maha Pencipta, dan merasa lebih tahu yang seharusnya terjadi daripada yang Maha Tahu. Kita s...

Tentang Pilihan

Adakalanya pikiranmu dipenuhi dengan segala macam perkara Yang membuat kepalamu berbuih Hidup kita pun buah dari pilihan Pilihan antara hidup dan mati Masa kini pun bagian dari pilihan Pilihan yang telah kamu tentukan pada masa lalu Dan saat ini pula saatnya kamu untuk memilih Bagaimana masa depanmu kelak akan terukir Pilihlah dengan hatimu sesuai yang Rabb mu inginkan untuk kau pilih. Pinjamlah kacamata rasulmu untuk memilih sesuai teladannya. Karena pilihan tak selamanya mudah untuk dipilih Karena kebenaran tak selamanya nikmat untuk digenggam Karena kadang diam dan mengubur segala benar yang kau tahu bagai fatamorgana yang menyelamatkanmu sementara Namun dunia hanyalah fana, akhirat adalah nyata Satu-satunya pilihan yang tepat adalah menggantungkan pilihan kita pada Maha Digantungi Kelak kamu tak akan pernah kecewa #sabtulis

Titik.

Seperti titik, segala yang bermula tentu akan berakhir. Baik seperti kalimat sederhana yang akan berakhir singkat, ataupun kalimat rumit yang memerlukan koma sebagai jeda untuk menunda. Namun tetaplah titik yang akan dijumpai pada akhirnya. Namun titik bukanlah akhir yang menutup segala cerita. Titik pula sebagai awal mula cerita baru yang selalu diawali huruf kapital, sebagai tanda harapan baru dikemudian waktu. #sabtulis

Sesal

Aku tahu 'Sesal' adalah lampau Yang hadir saat roda waktu tak dapat kembali Tak ada gunanya berharap kembalinya waktu Yang ada hanya menjadi peringatan dimasa nanti Aku menyesal.. Saat aku memilih keputusan Tanpa bertanya kepada Yang Maha Tahu Aku terpedaya oleh tingginya ego dan nafsu Bukan karena buruk yang kudapat Tapi karena, jika saat waktu itu aku bertanya "Apakah yang kulakukan sesuai yang Engkau pinta?" Tentu aku akan berfikir ulang Aku menyesal Saat perilakuku Saat kata-kataku Bukan karena-Mu Karena kutahu kelak aku akan menyesal Jika niat dan tujuanku bukan pada Sang Pencipta Semoga ikhlas dan lapang masih ada Untuk merangkul sesal yang terlanjur ada

Tahu Rasa

Seperti daun yang tak menyalahkan angin atas jatuhnya Seperti perasaan yang tak pernah menyalahkan takdir karena mendekatkannya Seperti waktu yang terus bergulir Mengganti siang dengan senja Senja dengan malam bersama bulan dan taburan bintang, dan seterusnya hingga matahari menyapa dari ufuk timur Mengintip malu dari balik lukisan horizon Yang membentang tak terbatas. Tak ada yang salah dengan semua yang terjadi Tak perlu penyesalan atas apa yang telah berlalu Biarkan bulir embun menetes, menggantikan gersang dengan kesejukan Seperti kepedihan hidup yang selalu membawa arti sebagai pelajaran di masa mendatang Dan juga seperti Hati sebagai organ yang merasa Bukan sebagai penimbang baik atau salah Oleh karena itu, mau bahagia atau pedih Mau bersyukur atau meratapi Mau mencintai atau membenci Rasakan saja, tidak ada yang salah tentang perasaan dan merasakan