Aku sedang diposisi yang seharusnya aku berhenti. Namun sayangnya saat aku memutuskan memulai, aku tidak menyiapkan diri untuk belajar berhenti. Aku tidak ingin menjelaskan hal apa yang aku maksud ini, bukan karena pihak yang terlibat adalah aib. Seperti api dan air yang saling berlawanan bertemu, tentu akan ada gejolak didalam wadahnya, yaitu hati. Aku salut dengan mereka yang berdiri kukuh jauh dari api, ataupun mereka yang berani memadamkan api dengan airnya.
Bahkan aku termakan kata-kataku lewat temanku sebagai pengingat. Namun lagi-lagi aku hanya malu tanpa mendengarkan kata-kata itu.
Aku tahu diriku. Aku adalah orang yang akan mengoreksi diriku sendiri sebelum mendengar orang lain mengoreksiku. Aku adalah orang yang akan memberontak jika orang menghakimi dan memerintahku, ya aku pemberontak yang gemar membelot. Dan aku sebagai pengoreksi diri tidak diimbangi dengan tindakan nyata, melainkan hanya berputar di kepala.
Aku butuh tangan yang membantuku keluar dari lingkaran ini. Orang yang tidak menyalahkan namun menyelamatkan. Yang kata-katanya dapat melembutkan, bukan mengeraskan hatiku.
Banyaknya kesamaan dan tawa yang aku dan kamu miliki dan berbagai rasa yang sempat saling berbagi, membuat aku mengira kamu adalah potongan hati pelengkap milikku. Namun aku lupa satu hal, untuk dapat melengkapi satu sama lain, yang aku butuhkan bukanlah bentuk potongan yang sama, melainkan potongan yang saling menggenapi kekosongan yang aku punya dan begitupun aku yang dapat mengisi kekosongan yang kamu punya. Kita telah mencoba dalam skala waktu yang semakin lama semakin membuat aku dan kamu saling terluka, dalam pemaksaan untuk menyatukan potongan itu. Hingga akhirnya kita menyadari usaha kita lama kelamaan hanya akan merusak potongan hati yang kita punya, entah itu patah, sobek, retak ataupun memar. Semakin kita mencoba, semakin kita melukai satu sama lain hingga rasanya benturan kecil akan membuat retak menjalar dengan rapuhnya untuk saling menggugurkan. Malam itu, saat tangis antara aku dan kamu saling tertahan. Saat aku dan kamu butuh untuk saling menguatkan dan berkata, ...
Komentar
Posting Komentar