Aku sedang diposisi yang seharusnya aku berhenti. Namun sayangnya saat aku memutuskan memulai, aku tidak menyiapkan diri untuk belajar berhenti. Aku tidak ingin menjelaskan hal apa yang aku maksud ini, bukan karena pihak yang terlibat adalah aib. Seperti api dan air yang saling berlawanan bertemu, tentu akan ada gejolak didalam wadahnya, yaitu hati. Aku salut dengan mereka yang berdiri kukuh jauh dari api, ataupun mereka yang berani memadamkan api dengan airnya.
Bahkan aku termakan kata-kataku lewat temanku sebagai pengingat. Namun lagi-lagi aku hanya malu tanpa mendengarkan kata-kata itu.
Aku tahu diriku. Aku adalah orang yang akan mengoreksi diriku sendiri sebelum mendengar orang lain mengoreksiku. Aku adalah orang yang akan memberontak jika orang menghakimi dan memerintahku, ya aku pemberontak yang gemar membelot. Dan aku sebagai pengoreksi diri tidak diimbangi dengan tindakan nyata, melainkan hanya berputar di kepala.
Aku butuh tangan yang membantuku keluar dari lingkaran ini. Orang yang tidak menyalahkan namun menyelamatkan. Yang kata-katanya dapat melembutkan, bukan mengeraskan hatiku.
Pada suatu senja, di balkon lantai 2 rumah berwarna abu-abu, bercakaplah sepasang suami istri. "Untuk apa kita disini?" Tanya sang istri yang duduk bersebelahan suaminya dengan tatapan heran. "Memandang senja," jawab sang suami tenang. Sang istri mendengus, "Sudah kubilang, aku tidak suka senja. Aku lebih suka pagi. Bagiku senja membuatku hampa, seperti berada di kota mati sendirian ditengah para zombie. Sungguh tidak ada yang bisa kunikmati dari senja selain kegusaran," "Justru itu. Apakah ada pagi jika senja tak pernah ada? Bagaimana bisa kamu mensyukuri dan menikmati pagi yang kau sukai, jika senja yang kau benci tak pernah hadir untuk saling mengisi waktu yang saling berganti? "Istriku sayang, bersyukur itu satu paket, baik untuk yang kamu senangi menerimanya ataupun yang bahkan kau segan untuk menengoknya, "Seperti aku yang tidak sepenuhnya sempurna, yang pasti punya kekurangan sebagai manusia, namun kau mau menerimanya, hingga k...
Komentar
Posting Komentar