Langsung ke konten utama

A Moment To ..

it may make you struggled but remember Allah is always with you

Sebagai manusia, aku, kamu ataupun mereka pasti pernah merasa beragam jenis emosional dari yang positif sampai negatif yang hampir saja membuat menyerah dan ingin bertanya: Kenapa aku?

Kamu tau ga, kalau Allah lebih kenal kamu dibanding diri kamu sendiri. Jadi Allah tau kamu mampu, tugas kamu menjalaninya, mengurai benang kusut pada masalahmu, bersabar dan berdoa.

Mungkin kata-kata inilah yang ingin ku katakan pada diriku sendiri saat masa-masa putus asa menghampiri.

Bebaskan berekspresi, cuma jangan berlebih. Curahkan rengekan di sepertiga malam. Kalau sulit bangun masih menjeratmu, coba terus lagi dan lagi. Adukan semua ke Allah, bahkan seremeh hal: Ya Allah Aku tadi pagi kecipratan genangan air karena orang yang bawa motor disampingku.

Kamu tau ga, Allah sering ajak ngobrol kita. Menjawab segala tanya yang sering kita lontarkan. Pernah suatu ketika aku bilang:

"Ya Allah aku sedih, terasa penuh hati jauh dari tenang, tapi aku gatau harus gimana." Ucapku putus asa tak tau harus bagaimana.

Lalu dengan lembutnya, dalam salah satu ayatnya Allah bilang, "dengan berdzikir (mengingatKu) hati menjadi tenang."

MasyaAllah bahagia sekali. Romantisnya, tanyaku itu sudah dijawab 1400an tahun yang lalu. Sebaik-baiknya pelipur lara memang Allah.

Jadi saat kamu merasa terpuruk, bahkan rasanya kekerasan emosional/psikis menghampiri, ingat ya kamu kuat. Gapapa kalau mau nangis, curhat ke Aku juga boleh, tapi curhat ke Allah dulu ya, nangis sejadi-jadinya dan terima kasihlah karena kamu sudah dikuatkan.

Jika ada yang menghinamu hingga begitu rendahnya, ingat ya kalau manusia itu makhluk yang diciptakan paling sempurna dibanding yang lain, dan kamu manusia Kan? Jadi kamu itu berharga dan keren.

Jika terasa begitu berat dan rasa-rasanya sulit untuk menerima, ingat, kalau Allah ga membebani kamu diluar kemampuanmu, kamu cuma lagi ditraining supaya potensi terpendammu terekspos.

Sayangi dirimu karena Allah aja begitu sayang kamu hingga tak berhenti terus menjaga dan penuhi segala butuhmu, walau aku dan kamu sering banyak bandelnya ke Allah

I Love You Allah
Terima Kasih selalu membersamai, 
Terima kasih masih mau ngobrol sama aku,
Terima kasih masih mau mendengarkanku,
Terima kasih masih mau menjagaku

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 1: Positive Thinking

Positif thinking isn't an instant things Berpikir positif itu ga serta merta begitu aja disegala situasi dan kondisi bisa seperti itu. Dan orang yang terlihat selalu berpikiran positif pun ga berarti ga pernah berpikiran negatif. They fight the negativi ty on their min ds. Kenapa perlu berpikir positif? Karena berpikiran negatif tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah beban pikiran karena over thinking yang ga penting. Berpikir positif itu bisa bantu berpikir lebih jernih dan ga menambah masalah baru dari negative thinking yang berujung sensi sama orang lain 😂 Dan masih banyak lagi Bisa ber- positive thinki ng itu butuh ilmu dan latihan. Ga cukup waktu hanya sehari-dua hari buat jd terbiasa, dan ga cukup juga hanya baca buku sekilas tanpa direnungkan, diresapi dan dipraktekkan. Sepengalaman saya, saya membeli beberapa buku yang berhubungan dengan pengelolaan pikiran dan emosional, mencoba mencari celah tentang gimana sih praktek buat bisa jernih berpikir...

Wanita Berdaya Ramah Keluarga

Kalau dari judulnya agak berat ya buat saya tulis karena ga ada riset atau pendapat ahli dibidang tentang keluarga dan lainnya yang berkaitan. Dalam tulisan ini, saya bukan mengurai kriteria ideal wanita dalam keluarga dan rumah tangga, karena saya pun belum berpengalaman berkeluarga mandiri, wkwk.. Okaaayy.. mari mulai masuk topik bahasan ya. Hmm.. wanita berdaya tapi tetap ramah keluarga? Di zaman sekarang, dimana wanita sudah bebas melakukan kegiatan, bebas bersekolah sampai jenjang yang tinggi dan bekerja secara aktif bahkan pada bidang yang dulu cuma pria yang ada disana. Zaman yang sering di teriaki emansipasi dan kesetaraan gender antara kaum adam dan kaum hawa, yang pada kenyataannya juga suka lucu. Misal wanita minta disetarakan kedudukannya dengan pria, seperti bisa mencapai jabatan yang sama dengan pria, bisa dapat kebebasan yang sama dengan pria deh pokoknya, tapi di kondisi tertentu wanita juga ingin diprioritaskan dan didahulukan, seperti istilah "ladies first...

Aku Bersyukur bahwa Aku Muslimah

Saat aku minder dan merasa rendah diri, aku perlu ingat kalau aku sudah sangat beruntung. Allah tempatkan aku dilingkungan islam dan menjadikan aku sebagai muslimah, dimana tidak semua wanita di bumi ini mendapatkan kehormatan seperti aku.  Saat aku merasa tidak sehebat teman yang lain, dimana mereka memiliki karir melesat di perusahaan yang di sebut-sebut hebat, aku patut bersyukur Allah telah menempatkan aku di tempat terbaik untukku saat ini dengan banyak keberkahan dan keleluasaan untuk beribadah. Bukankah Allah tidak menuntut dan mewajibkan aku untuk menjadi manager atau posisi lebih tinggi dari itu? jika kelak aku menempati jabatan atau posisi tinggi, maka itu bonus bagiku dan bentuk Allah memberiku tanggung jawab lebih untuk bisa bermanfaat bagi rekan lainnya. Saat aku sedih dengan segala macam permasalahan yang ada, aku bersyukur karena Allah pernah berkata: La Tahzan Innallaha Ma'ana. Allah sudah dari jauh-jauh waktu memberikan jawaban atas kesedihanku dengan berk...