Langsung ke konten utama

Berbagi is The Best

Berbagi kebaikan walau bagaimanapun bentuknya itu menyenangkan, melegakan, menenangkan.
Berbagi kebaikan yang kita punya ga akan ngurangi kebaikan dan kebahagiaan diri kita.
Justru beban terasa lebih ringan dan pandangan semakin matang.
Berbagi bukan hanya materi layaknya uang, makanan atau pakaian.
Berbagi bisa berupa pengalaman menginspiratif, ilmu yang bahkan bisa sampai lintas disiplin kita sampai hanya sebuah senyum tulus.
Saya sangat senang mendengarkan ataupun membaca beberapa kisah inspiratif orang lain. Hal tersebut memberikan energi luar biasa. Selain itu dengan mendengarkan juga akan bisa memahami lawan bicara kita bukan? Ya, inilah yg sedang dan terus saya pelajari dan biasakan agar dapat menjadi pendengar yg baik sebelum dan tanpa menuntut untuk didengarkan.
Salah satu contoh berbagi yang saya dapat kan adalah berbagi ilmu lintas disiplin dari yang saya pelajari. Sangat sangat menyenangkan ternyata bagi saya yg terbiasa dengan ilmu eksak, angka-angka hingga benda mati layaknya beton , baja dan tanah bisa mendapatkan ilmu tentang makhluk hidup, yaitu manusia. Beruntung sekali saya saat itu, Alhamdulillah wa syukurillah bisa mendapat ilmu yg sangat bermanfaat walau dalam waktu singkat tentang psikologi komunikasi dan ilmu perbankan syariah dari shahabat-shahabat yg insyaAllah Sholehah.
Kebetulan sekali saya belum lama mendapat pengalaman tentang someone who looked me down dan saya bertanya kenapa demikian dan bagaimana mengatasinya. Usut punya usut ternyata ada istilah dalam psikologi komunikasi yang namanya personal branding. Jadilah saya curcol sama mereka, mulai dari how to build first impression sampai meminta pendapat tentang keputusan saya yang berada dipersimpangan.

Btw back to topic ,
Berbagi itu menyenangkan
Berbagi itu bermanfaat
Selama yang dibagi itu kebaikan
Bukan kesusahan atau keluhan
Yang justru bukan hanya kita yang tertambah beban
Tapi orang yang diajak berbagi

Salam dua jari di pipi 😎

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 1: Positive Thinking

Positif thinking isn't an instant things Berpikir positif itu ga serta merta begitu aja disegala situasi dan kondisi bisa seperti itu. Dan orang yang terlihat selalu berpikiran positif pun ga berarti ga pernah berpikiran negatif. They fight the negativi ty on their min ds. Kenapa perlu berpikir positif? Karena berpikiran negatif tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah beban pikiran karena over thinking yang ga penting. Berpikir positif itu bisa bantu berpikir lebih jernih dan ga menambah masalah baru dari negative thinking yang berujung sensi sama orang lain 😂 Dan masih banyak lagi Bisa ber- positive thinki ng itu butuh ilmu dan latihan. Ga cukup waktu hanya sehari-dua hari buat jd terbiasa, dan ga cukup juga hanya baca buku sekilas tanpa direnungkan, diresapi dan dipraktekkan. Sepengalaman saya, saya membeli beberapa buku yang berhubungan dengan pengelolaan pikiran dan emosional, mencoba mencari celah tentang gimana sih praktek buat bisa jernih berpikir...

Wanita Berdaya Ramah Keluarga

Kalau dari judulnya agak berat ya buat saya tulis karena ga ada riset atau pendapat ahli dibidang tentang keluarga dan lainnya yang berkaitan. Dalam tulisan ini, saya bukan mengurai kriteria ideal wanita dalam keluarga dan rumah tangga, karena saya pun belum berpengalaman berkeluarga mandiri, wkwk.. Okaaayy.. mari mulai masuk topik bahasan ya. Hmm.. wanita berdaya tapi tetap ramah keluarga? Di zaman sekarang, dimana wanita sudah bebas melakukan kegiatan, bebas bersekolah sampai jenjang yang tinggi dan bekerja secara aktif bahkan pada bidang yang dulu cuma pria yang ada disana. Zaman yang sering di teriaki emansipasi dan kesetaraan gender antara kaum adam dan kaum hawa, yang pada kenyataannya juga suka lucu. Misal wanita minta disetarakan kedudukannya dengan pria, seperti bisa mencapai jabatan yang sama dengan pria, bisa dapat kebebasan yang sama dengan pria deh pokoknya, tapi di kondisi tertentu wanita juga ingin diprioritaskan dan didahulukan, seperti istilah "ladies first...

Aku Bersyukur bahwa Aku Muslimah

Saat aku minder dan merasa rendah diri, aku perlu ingat kalau aku sudah sangat beruntung. Allah tempatkan aku dilingkungan islam dan menjadikan aku sebagai muslimah, dimana tidak semua wanita di bumi ini mendapatkan kehormatan seperti aku.  Saat aku merasa tidak sehebat teman yang lain, dimana mereka memiliki karir melesat di perusahaan yang di sebut-sebut hebat, aku patut bersyukur Allah telah menempatkan aku di tempat terbaik untukku saat ini dengan banyak keberkahan dan keleluasaan untuk beribadah. Bukankah Allah tidak menuntut dan mewajibkan aku untuk menjadi manager atau posisi lebih tinggi dari itu? jika kelak aku menempati jabatan atau posisi tinggi, maka itu bonus bagiku dan bentuk Allah memberiku tanggung jawab lebih untuk bisa bermanfaat bagi rekan lainnya. Saat aku sedih dengan segala macam permasalahan yang ada, aku bersyukur karena Allah pernah berkata: La Tahzan Innallaha Ma'ana. Allah sudah dari jauh-jauh waktu memberikan jawaban atas kesedihanku dengan berk...