Langsung ke konten utama

Edisi Lebaran

Saat lebaran, ga cuma maaf-maafan dan sungkeman aja yang ngehits, terutama buat para 'single', pertanyaan dan kata-kata yang ga kalah guncang emosi adalah:
1. Pacarnya mana?
2. Kapan nikah?
3. Calonnya mana? Kenalin dong ajak main kerumah
Buat yang nomor 1, dari jauh hari udah nyiapin jawaban sebenarnya : masih jaman 2016 pacaran?
Tapi pada kenyataan ga bisa kasih jawaban itu. Kenapa? Dalam suasana lebaran males kepancing emosi dan juga terkesan ajak ribut (khusus bagi saya karena sy udah bayangin bagaimana intonasi saya akan keluar)
Post ini bukannya kode lagi ngebet dilamar dan pengen beburu di bawa ke penghulu padahal calon masih abu-abu #eh
Ini tentang apa itu kesiapan nikah.
Pernah denger saat ada orang yang menikah dalam usia muda, misal antara 18-20 terlebih untuk seumuran pria dibilang kemudaan dan dipandang belum siap? Apalagi soal nafkahi?
Terus pernah dengar saat orang yg sudah dianggap memiliki umur diatas 25an lah dianggap sudah siap nikah?
Why? Why?? WHY ?!?
tanya kenapa?
Kebanyakan pandangan diantara kita menganggap stabilnya kondisi ekonomi adalah udah siap nikah. Emangnya nikah butuh materi aja tanpa persiapan yang lain?
Owh tentu tidak.
Bisa jadi orang yang nikah diusia muda lebih siap dibandingkan yang nikah di umur 30 an. Kenapa? Siap atau ga siap itu tergantung seberapa lama mempersiapkan diri menuju ke hari H, bukan cuma besaran umur saat hari H. Kalau nikah diumur 20 contohnya, tapi udah mempersiapkan diri dari umur 15, mulai dari persiapan psikologis, ilmu dalam pernikahan hingga sumber nafkah, itu sudah bisa dikatakan lebih siap dibandingkan dengan umur 30an tapi baru persiapan di 2 tahun sebelumnya. Itu juga lebih menjurus ke kebutuhan anggaran untuk walimah dan cicilan rumah. Ga ada yang salah nyiapin biaya untuk walimah dan cicil rumah, tapi turut pula didukung kesiapan psikologis dan ilmu yang munpuni.
Si umur 30 persiapannya 2 tahun (anggaplah juga sama bbrp ilmu pernikahan) dan si umur 20 yang persiapannya sudah 5 tahun. Jadi menurut kamu lebih siap yang mana?
Tulisan ini ga maksud bikin yang umur di atas 20 jadi ketar ketir karena belum ketemu jodoh. Kembali lagi jodoh ditangan Allah, Dia penulis skenario dan sutradara terbaik di kehidupan kita, kita tinggal ikut arahanNya aja dalam hidup kita.
Sekali lagi jodoh bukan soal siapa duluan, tapi siapa yang bertahan lama-lamaan.
Target nikah bukan soal umur berapa kita udah nikah, tapi targetkan umur berapa kita harus sudah siap untuk nikah.
Pantaskan diri sesuai kriteria yang kita inginkan. Kalau mau dapat yang high class kita juga harus high class.
*High class bukan ttg glamor atau strata sosial ya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 1: Positive Thinking

Positif thinking isn't an instant things Berpikir positif itu ga serta merta begitu aja disegala situasi dan kondisi bisa seperti itu. Dan orang yang terlihat selalu berpikiran positif pun ga berarti ga pernah berpikiran negatif. They fight the negativi ty on their min ds. Kenapa perlu berpikir positif? Karena berpikiran negatif tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah beban pikiran karena over thinking yang ga penting. Berpikir positif itu bisa bantu berpikir lebih jernih dan ga menambah masalah baru dari negative thinking yang berujung sensi sama orang lain 😂 Dan masih banyak lagi Bisa ber- positive thinki ng itu butuh ilmu dan latihan. Ga cukup waktu hanya sehari-dua hari buat jd terbiasa, dan ga cukup juga hanya baca buku sekilas tanpa direnungkan, diresapi dan dipraktekkan. Sepengalaman saya, saya membeli beberapa buku yang berhubungan dengan pengelolaan pikiran dan emosional, mencoba mencari celah tentang gimana sih praktek buat bisa jernih berpikir...

Wanita Berdaya Ramah Keluarga

Kalau dari judulnya agak berat ya buat saya tulis karena ga ada riset atau pendapat ahli dibidang tentang keluarga dan lainnya yang berkaitan. Dalam tulisan ini, saya bukan mengurai kriteria ideal wanita dalam keluarga dan rumah tangga, karena saya pun belum berpengalaman berkeluarga mandiri, wkwk.. Okaaayy.. mari mulai masuk topik bahasan ya. Hmm.. wanita berdaya tapi tetap ramah keluarga? Di zaman sekarang, dimana wanita sudah bebas melakukan kegiatan, bebas bersekolah sampai jenjang yang tinggi dan bekerja secara aktif bahkan pada bidang yang dulu cuma pria yang ada disana. Zaman yang sering di teriaki emansipasi dan kesetaraan gender antara kaum adam dan kaum hawa, yang pada kenyataannya juga suka lucu. Misal wanita minta disetarakan kedudukannya dengan pria, seperti bisa mencapai jabatan yang sama dengan pria, bisa dapat kebebasan yang sama dengan pria deh pokoknya, tapi di kondisi tertentu wanita juga ingin diprioritaskan dan didahulukan, seperti istilah "ladies first...

Aku Bersyukur bahwa Aku Muslimah

Saat aku minder dan merasa rendah diri, aku perlu ingat kalau aku sudah sangat beruntung. Allah tempatkan aku dilingkungan islam dan menjadikan aku sebagai muslimah, dimana tidak semua wanita di bumi ini mendapatkan kehormatan seperti aku.  Saat aku merasa tidak sehebat teman yang lain, dimana mereka memiliki karir melesat di perusahaan yang di sebut-sebut hebat, aku patut bersyukur Allah telah menempatkan aku di tempat terbaik untukku saat ini dengan banyak keberkahan dan keleluasaan untuk beribadah. Bukankah Allah tidak menuntut dan mewajibkan aku untuk menjadi manager atau posisi lebih tinggi dari itu? jika kelak aku menempati jabatan atau posisi tinggi, maka itu bonus bagiku dan bentuk Allah memberiku tanggung jawab lebih untuk bisa bermanfaat bagi rekan lainnya. Saat aku sedih dengan segala macam permasalahan yang ada, aku bersyukur karena Allah pernah berkata: La Tahzan Innallaha Ma'ana. Allah sudah dari jauh-jauh waktu memberikan jawaban atas kesedihanku dengan berk...