Langsung ke konten utama

Weather change, so do we

"Lama tak berjumpa," ucapnya diiringi suara seruput kopi dari cangkir yang masih membawa asap. Tatapannya mengangkat perlahan pada lawan bicara didepannya.

"Iya, sangat lama." Pria berambut hampir sebahu menjawabnya. Tak lama sepotong cookies menari-nari dimulutnya.

"Ada apa? Ku kira kita tak memiliki keperluan untuk bertemu lagi." Katanya seraya menarik bahunya bertopang pada punggung kursi. Tangan kirinya menyanggah kepala kirinya. Ekspresinya begitu datar namun tatapan tajam pada lawan bicaranya itu.

Pria didepannya melumatkan cookies di mulutnya dengan secangkir cappuccino berukir daun pakis di atasnya.

"Aku merindukanmu" 

Wanita itu terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Omong kosong,"

Pria itu mencondongkan badannya ke depan.

"Tak kah kamu ingin bertemu denganku? Bukankah dulu kamu yang memohonku untuk tetap tinggal?"

Sebelah alisnya naik sambil mengaduk-aduk kopi yang baru saja ia tambahkan gula.

"Kamu pikir aku akan tetap sama? lalu kau harap aku akan tetap sama seperti dahulu? Seperti kelinci manis yang selalu menurut, tersenyum dan ... datang padamu? Tidak."

"Kamu berubah,"

"Ya. Tentu. Dunia berubah, begitupun aku, dan kau juga pastinya. Jangan mengharapkan semua tetap sama. Aku bukan lagi kelinci manismu yang dulu."

Wanita itu bangkit dan memakai jaketnya.

"Ku harap kita tak Kan bertemu lagi. Selamat tinggal."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Hati yang Tak Sempat Melengkapi

Banyaknya kesamaan dan tawa yang aku dan kamu miliki dan berbagai rasa yang sempat saling berbagi, membuat aku mengira kamu adalah potongan hati pelengkap milikku. Namun aku lupa satu hal, untuk dapat melengkapi satu sama lain, yang aku butuhkan bukanlah bentuk potongan yang sama, melainkan potongan yang saling menggenapi kekosongan yang aku punya dan begitupun aku yang dapat mengisi kekosongan yang kamu punya. Kita telah mencoba dalam skala waktu yang semakin lama semakin membuat aku dan kamu saling terluka, dalam pemaksaan untuk menyatukan potongan itu. Hingga akhirnya kita menyadari usaha kita lama kelamaan hanya akan merusak potongan hati yang kita punya, entah itu patah, sobek, retak ataupun memar. Semakin kita mencoba, semakin kita melukai satu sama lain hingga rasanya benturan kecil akan membuat retak menjalar dengan rapuhnya untuk saling menggugurkan. Malam itu, saat tangis antara aku dan kamu saling tertahan. Saat aku dan kamu butuh untuk saling menguatkan dan berkata, ...

Masalah dan Solusi

Setiap manusia hidup pasti punya permasalahan dan persoalan. Tingkatannya juga bermacam-macam, mulai yang mudah hingga sulit. Datangnya pun bisa sendiri-sendiri atau borongan kayak suporter bola. Saat masalah datang apa yang kira-kira kita butuhkan? Yups..Solusi. FYI.. masalah itu datang sepaket sama solusi nya. Hanya walaupun dua hal itu sepaket, mereka belum tentu datang bersamaan. Jika masalah datang (kadang) tanpa diundang, solusi beda cara kawan. Solusi perlu usaha untuk didapatkan, dengan berpikir dan dicari. Tapi tenang, jangan berputus asa berharap, dan hanyalah berharap kepada Allah. Allah tidak akan membiarkan kita hidup dengan masalah tanpa kasih solusi, Allah ga akan menyia-nyiakan hambaNya, selama hambanya yakin. Oleh karena itu jangan risau saat masalah dan tekanan datang, karena solusi selalu ada saat kamu percaya dan berusaha. Dan bisa jadi menjadi jalanmu untuk lebih dekat dengan Rabb semesta alam #sabtulis

Senja

Pada suatu senja, di balkon lantai 2 rumah berwarna abu-abu, bercakaplah sepasang suami istri. "Untuk apa kita disini?" Tanya sang istri yang duduk bersebelahan suaminya dengan tatapan heran. "Memandang senja," jawab sang suami tenang. Sang istri mendengus, "Sudah kubilang, aku tidak suka senja. Aku lebih suka pagi. Bagiku senja membuatku hampa, seperti berada di kota mati sendirian ditengah para zombie. Sungguh tidak ada yang bisa kunikmati dari senja selain kegusaran," "Justru itu. Apakah ada pagi jika senja tak pernah ada? Bagaimana bisa kamu mensyukuri dan menikmati pagi yang kau sukai, jika senja yang kau benci tak pernah hadir untuk saling mengisi waktu yang saling berganti? "Istriku sayang, bersyukur itu satu paket, baik untuk yang kamu senangi menerimanya ataupun yang bahkan kau segan untuk menengoknya, "Seperti aku yang tidak sepenuhnya sempurna, yang pasti punya kekurangan sebagai manusia, namun kau mau menerimanya, hingga k...