Langsung ke konten utama

Can We Draw Our Happiness?

Bahagia tidak akan hadir karena sebuah tuntutan
Untuk merasa bahagia di segala suasana
Bebaskan dirimu mengecap segala rasa
Yang sudah disiapkan bagi setiap manusia
Dengan takaran berbeda oleh semesta
Terimalah dirimu sebagai manusia yang tak dapat mengendalikan seisi dunia
Biarlah Tuhan yang memberi aba dan cara diantara usaha kita yang hampir berputus dari asa

Berlimpah anugerah sudah kita dekap, namun sering luput karena mata mencari yang tak ada 
Hingga sayatan pinta menggema dan meraung disela sunyi malam dan sudut sepi hatimu yang mengabu
Karena ingin beratap pada lantai yang tidak kita jejak
Dan ingin menikmati nuansa melalu jendela yang belum pernah terbuka

Syukuri.. syukuri.. berulang kurutuki
Syukuri segala kata yang masih sempat menyapa
Sebelum kata-kata itu pergi tak bersisa
Syukuri senyum dan tawa yang menyambutmu saat senja
Sebelum semua itu beralih untuk orang yang berbeda

Tuhan tak akan lupa
Atas segala pinta dan usaha
Walau logikamu sudah dekat dengan putus asa
Namun pengharapan akan selalu ada
Dan harus ada
Karena keajaiban hanya akan ada 
Saat logika sudah tidak bekerja

Depok, 25 Desember 2019
Saat bulir hujan memantikkan petrikor segar yang menelusup pada dua rongga kehidupan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong Hati yang Tak Sempat Melengkapi

Banyaknya kesamaan dan tawa yang aku dan kamu miliki dan berbagai rasa yang sempat saling berbagi, membuat aku mengira kamu adalah potongan hati pelengkap milikku. Namun aku lupa satu hal, untuk dapat melengkapi satu sama lain, yang aku butuhkan bukanlah bentuk potongan yang sama, melainkan potongan yang saling menggenapi kekosongan yang aku punya dan begitupun aku yang dapat mengisi kekosongan yang kamu punya. Kita telah mencoba dalam skala waktu yang semakin lama semakin membuat aku dan kamu saling terluka, dalam pemaksaan untuk menyatukan potongan itu. Hingga akhirnya kita menyadari usaha kita lama kelamaan hanya akan merusak potongan hati yang kita punya, entah itu patah, sobek, retak ataupun memar. Semakin kita mencoba, semakin kita melukai satu sama lain hingga rasanya benturan kecil akan membuat retak menjalar dengan rapuhnya untuk saling menggugurkan. Malam itu, saat tangis antara aku dan kamu saling tertahan. Saat aku dan kamu butuh untuk saling menguatkan dan berkata, ...

Masalah dan Solusi

Setiap manusia hidup pasti punya permasalahan dan persoalan. Tingkatannya juga bermacam-macam, mulai yang mudah hingga sulit. Datangnya pun bisa sendiri-sendiri atau borongan kayak suporter bola. Saat masalah datang apa yang kira-kira kita butuhkan? Yups..Solusi. FYI.. masalah itu datang sepaket sama solusi nya. Hanya walaupun dua hal itu sepaket, mereka belum tentu datang bersamaan. Jika masalah datang (kadang) tanpa diundang, solusi beda cara kawan. Solusi perlu usaha untuk didapatkan, dengan berpikir dan dicari. Tapi tenang, jangan berputus asa berharap, dan hanyalah berharap kepada Allah. Allah tidak akan membiarkan kita hidup dengan masalah tanpa kasih solusi, Allah ga akan menyia-nyiakan hambaNya, selama hambanya yakin. Oleh karena itu jangan risau saat masalah dan tekanan datang, karena solusi selalu ada saat kamu percaya dan berusaha. Dan bisa jadi menjadi jalanmu untuk lebih dekat dengan Rabb semesta alam #sabtulis

Senja

Pada suatu senja, di balkon lantai 2 rumah berwarna abu-abu, bercakaplah sepasang suami istri. "Untuk apa kita disini?" Tanya sang istri yang duduk bersebelahan suaminya dengan tatapan heran. "Memandang senja," jawab sang suami tenang. Sang istri mendengus, "Sudah kubilang, aku tidak suka senja. Aku lebih suka pagi. Bagiku senja membuatku hampa, seperti berada di kota mati sendirian ditengah para zombie. Sungguh tidak ada yang bisa kunikmati dari senja selain kegusaran," "Justru itu. Apakah ada pagi jika senja tak pernah ada? Bagaimana bisa kamu mensyukuri dan menikmati pagi yang kau sukai, jika senja yang kau benci tak pernah hadir untuk saling mengisi waktu yang saling berganti? "Istriku sayang, bersyukur itu satu paket, baik untuk yang kamu senangi menerimanya ataupun yang bahkan kau segan untuk menengoknya, "Seperti aku yang tidak sepenuhnya sempurna, yang pasti punya kekurangan sebagai manusia, namun kau mau menerimanya, hingga k...