Langsung ke konten utama

Reward Buat Diri Sendiri

Hola halo assalamualaikum..
Bismillah

Karena gw udah denger tema ini dari 3 orang dalam waktu berdekatan, jadi pengenlah gw bahas ini di blog ini.

Tema ini dimulai dari pertanyaan:
"Kamu udah capek-capek kerja sebulan terus kalau udah gajian reward buat diri kamu apa?"

Semenjak 3 orang bahas tentang ini sama gw, gw jadi mikir, kira-kira gw mau reward apa setelah gw kerja sebulan ini?

Ada yang bilang bentuk penghargaan sebulan bekerja berupa membeli barang yang worth it yang bagus yang dipinginin.

Dan ada juga yang penghargaannya dengan makan-makan enak tanpa mikirin harganya berapa.

Ada pula berupa jalan-jalan ke tempat-tempat yang disukainya.

Well.. ga ada yang salah. Masing-masing punya cara berbeda untuk menghargai diri atas kerja kerasnya. Dan begitupun gw.

Barang..
Kalau saat ini gw belum ingin barang yang spesifik gw pengen banget. Barang yang gw pengen beberapa waktu lalu udah kebeli, dan adapun yang belum kebeli, sekarang udh ga terlalu minat. Dulu gw pengen wacom, tapi karena gw lagi sukanya ngegambar versi konvensional, alhasil kertas, cat air, kuas2, pensil tuh udah kebahagiaan. Dan gw udh punya.

Makan-makanan enak..
Makanan apa yang masih gw pengen banget dan penasarin banget? Blm ada lagi, yang sebelumnya gw udh makan. Eh ada deh pengen daging grill ala Korea gitu, cuma gegara mager g ada temen malam2 jadi males sih. Jadi makanan semahal apapun dimata gw ya itu makanan biasa aja, no special. Sama seperti makanan buat gw bertahan hidup.

Jalan-jalan
Pengen banget.. tapi setelah dipikir-pikir pengen ke mekah madinah juga, karena biaya kesana ga murah, makanya perlu nabung. Ini bentuk penghargaannya yang ga bisa setiap bulan diwujudin ya.

Bentuk "Penghargaan" ke diri sendiri itu menurut gw sesuatu yang buat lo bahagia setelah bekerja keras. Semacam hadiah yang lo dapet lah. Nah hadiah itu bakal wow kalau hadiah itu sesuatu yang lo pengen banget kan.

Kalau buat gw sekarang ini "Penghargaan" itu:
1. Beli produk skincare yang gw pengen
2. Nyiapin dana buat les bidang yang gw pengen
3. Beli buku yang berfaedah
4. Waktu luang buat tidur
5. Waktu luang buat ngegambar dan ngelukis
6. Waktu luang buat ngedalami bidang yang gw pengen bisa
7. Beliin makanan yang orang tua gw pengen
8. Nabung aja. Nanti kalo udah banyak kan bebas buat apa. Kalau belum punya duit pengen ini itu kan sesuatu kemustahilan. Gimana gw bisa dapet yang besar kalau sedikit-sedikit gw pakein terus wkwk. Ini versi gw ya, wkwk.

Ini random g berdasarkan skala prioritas ya.
Sebelum-sebelumnya gw juga suka beli-beli barang semacam tas, baju, sepatu dll.. berhubung kamar gw kecil, jadi sumpek. Terus gw tuh tipe orang yang kalau seneng satu barang yang gw pake itu itu aja, walau masih ada pilihan. Setiakan gw. Gw ngerasa terlalu konsumtif, dan gw ga mau jadi anak muda yang over konsumtif. Maka dari itu gw lebih ke mindset beli yang gw butuh bukan yang gw pengen tapi ga butuh sebenernya. Walau masih ada cheat lah sedikit, wkwk

Terus kalau gw yang suka sama diskonan atau promoan, sebenarnya itu salah satu hiburan kebahagiaan buat gw. Ya mungkin orang lain liat gw sebagai perhitungan atau malah pernah diledekin cina (?). Tapi saat gw berhasil dapet diskon atau promo gw merasa jadi orang yang lebih beruntung. Fyi barang promo/diskon yang jd target gw juga bukan yang aspal atau barang ga mutu. Yang gw targetin barang berkualitas (at least punya brand yg gw kenal) dengan good price, jadi gw bisa beli barang lainnya deh.

"Elah gaji lo gede buat apa?"

Pertama-tama alhamdulillah dan makasih buat pujiannya, semoga penghasilan gw selalu berkah. Masing-masing orang punya daftar dan jumlah pengeluaran yang beda. Dan juga sesuatu yang disisihkan untuk sesuatu yg ga perlu lah dishare supaya semua orang tahu. Begitupun gw. Begitu pun lo.

Gw cuma mau hidup gw makmur ga cuma pas awal gajian aja, tapi sepanjang Hari sampai bertemu gajian selanjutnya. Seenggknya gw bisa makan makanan layak. Maka dari itu butuh planning n pengendalian karena beberapa waktu sebelumnya gw out of budget banget, dan ga boleh terus-terusan punya kebiasaan begitu. Buruknya bisa-bisa nafsu sampe minjam uang ke bank buat kebutuhan sekunder dan tersier kan ga banget ya. Lebih baik gw makan ayam di awal dan diakhir bulan masih makan daging sapi, dari pada awal bulan makan steak sapi tapi akhir bulan makan garem.

Sekian dan terima kasih.

Oiya bagaimana cara kalian memberi Penghargaan itu style kalian. Dan ini style gw, gw ga judge yang berbeda salah, karena Indonesia adalah bhineka tunggal ika.

Salam #2019gantistatus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renunganku

  rasanya.. ya sedih, kenapa hal itu harus dikeluarkan disaat emosiku sebenarnya juga sedang menggembung dan siap meledak. Kenapa pas banget saat aku mau pergi survey? Dalam hatiku ga bisa ditunda ya sampe aku pulang survey? Sebelum dia menyatakan untuk hidup masing-masing dan saling tidak ketergantungan, aku sudah berpikir kita memang sudah seharusnya mulai belajar menjauh. Tapi.. aku tidak menyangka ini terjadi seperti bom. Aku akui aku overreacting, overthinking saat dia mulai menyinggungku dengan kata-katanya. Saat dia bilang ga mau di gitu-gitu lagi karena kata-kataku pada malam sebelumnya bilang aku sedih saat dia lama merespon dan responnya ga nyambung. Seperti aku yang berusaha untuk ada dan menanggapi kata-katanya, dan aku merasa apa yang aku katakan itu bagai angin lalu, yang mostly saat aku mengutarakan sesuatu dia malah membuka topik yang lain tentangnya. Aku merasa tidak dilihat ada.   Iya, memang timing yang tidak tepat kurasa sampai semuanya meledak seperti itu....

Unspoken words

Pernah ga merasa pengen cerita banyak, tapi pada akhirnya ga ada kata yang terucap selain diam? Momen ketika merasa ga ada orang yang pas buat jadi luapan curhat, sehingga aku berpikir hanya ke Allah lah aku curhat. Namun disaat aku seharusnya mulai curhat ke Allah, nyatanya lidahku pun tak tahu harus mulai dari mana. Saat itu aku hanya menatap langit yang terlihat dari sela genteng kaca tepat di atas aku duduk, disaat itu aku hanya berkata dalam hati: "Ya Allah, Engkau pasti tahu bukan?" Ya, tentunya Allah Maha Tahu, bahkan Allah tahu apapun yang aku tak mampu uraikan dalam lisan. Aku hanya menatap langit, menangis, menangis dan menangis. "Ya Allah aku takut, Ya Allah aku sedih, Ya Allah sungguh engkau lebih besar dari masalahku, Ya Allah ampuni aku, Ya Allah tolong aku, Ya Allah peluk aku, Ya Allah jangan tinggalkan aku, Aku yakin Engkau memberikan yang terbaik lebih dari yang aku inginkan." Hanya seputar itu saja yang aku ungkapkan. Aku hanya ingin bersimpuh...

Reflecting Ourself

 having knowledges about a lot of stuff is good, and  having a knowledge about ourselves is the best way to start. sometime we start to learn about what in the outside, about people, how to make them happy, about what their favorite and many more. But, have you ever asked yourself about yourself? reflecting yourself in the mirror, looking yourself deeply, honestly saying everything you wanna say and expressing your truly emotion? sometimes we're prisoned in a streotype that making us keep a lot of things, a lot of emotion inside because one or another things, because we're trying to preventi hurt in other, but we're hurting ourself. we're pretending to be strong, to be happy, to be okay, but there're false. like a child who need help from adult to define what emotion they feel, an empathy for what their feel, and help them after they know what they feel so they can take an action which suitable for them. have we done it to ourselves? i think we need time for ourself...