Langsung ke konten utama

Lingkar Pertemanan: Mei Zulindasari

Nexttt is..
Mei Zulindasari.

Temenku yang satu ini konon sering banget namanya di salah sebut, di bagian "Zulindasari". Kadang malah jadi zulidansari atau malah jadi pertanyaan, lahirnya bulan mei atau juli 😅

Aku sama mei ini juga kenal semenjak kelas 10 SMA, kita sekelas 2 kali alias 2 tahun, di kelas 10 dan kelas 12. Di kelas 12 Mei duduk sama vita. Kita sering pulang bareng dan main bareng sejak SMA dulu (plis bilang iya ya mei 😆). Kadang kita suka main ke perpus, terus dulu saat aku blm punya HP, suka liat2 kalau buat internetan.

Beberapa kata tentang teman ku ini adalaaaah:

LOYAL
buktinya kita sudah 11 tahun temenan, dan insyaaAllah ga ada berantem yang sampe benci dan ninggalin satu sama lain.

PEMAAF
Penjelasan cukup dihatiku aja, ahayyy

BERINTEGRITAS
She's doing best she can on her duty in her company

PEMURAH HATI
Sering nawarin buat sekalian beli barang, secara kantornya di atas mall, wkwk.. jd beli apa-apa bisa nitip sama mei dan juga di talangin duluan. Ngelunjak aku yaa..
Dan sering tuh mei ngebayarin makan, akunya kan jadi malu gitu

Mei ini keliatannya pendiam, padahal mah memang menjurus pendiam, wkwk.. ga deng, ga pendiam kok, tapi memang ngomongnya lebih halus dan pelan dibanding akuhh..

Kadang tuh kalau liat mei, berasa ngeliat gerakan slow motion, padahal mah gerakannya normal, ga lambat2 banget. Walau keliatannya pendiam, mei juga punya sisi galak, boleh dicoba lah kalau mau bukti, wkwk.. terutama sama orang yang menguras kesabaran (semua orang kayak gitu juga sih ya)

Aku sama mei kerjanya ga deketan sih, tapi kita pergi dan pulang di stasiun yang sama, yaitu tebet, alhasil kadang suka ketemu lebih sering di stasiun, atau kadang makan disekitaran tebet barengan.

Mei juga jadi travelmate ku waktu short trip ke bandung.
Oiya biasanya kalau ngomong sama mei ga pakai aku kamu giniii.. tapi gapapa lha ya kalau buat tulisan, wkwk

Oiya lagi, FYI mei sekarang pakai kerudung. Alhamdulillah.. awalnya aku udah tau dari chat kita diwassap. Tapi beberapa hari lalu bener-bener ketemu fisik dimana dia udah pakai kerudung. Semoga istiqomah yaa.. dan semoga aku jugaaa.. semoga kita bisa upgrade diri terus yaa..
Semakin sholehah yaaa.. semoga kita menjadi teman sesurga nanti 😘😘😘

(Biasanya ga kayak gini percakapan sama mei, WKWKWK)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renunganku

  rasanya.. ya sedih, kenapa hal itu harus dikeluarkan disaat emosiku sebenarnya juga sedang menggembung dan siap meledak. Kenapa pas banget saat aku mau pergi survey? Dalam hatiku ga bisa ditunda ya sampe aku pulang survey? Sebelum dia menyatakan untuk hidup masing-masing dan saling tidak ketergantungan, aku sudah berpikir kita memang sudah seharusnya mulai belajar menjauh. Tapi.. aku tidak menyangka ini terjadi seperti bom. Aku akui aku overreacting, overthinking saat dia mulai menyinggungku dengan kata-katanya. Saat dia bilang ga mau di gitu-gitu lagi karena kata-kataku pada malam sebelumnya bilang aku sedih saat dia lama merespon dan responnya ga nyambung. Seperti aku yang berusaha untuk ada dan menanggapi kata-katanya, dan aku merasa apa yang aku katakan itu bagai angin lalu, yang mostly saat aku mengutarakan sesuatu dia malah membuka topik yang lain tentangnya. Aku merasa tidak dilihat ada.   Iya, memang timing yang tidak tepat kurasa sampai semuanya meledak seperti itu....

Part 1: Positive Thinking

Positif thinking isn't an instant things Berpikir positif itu ga serta merta begitu aja disegala situasi dan kondisi bisa seperti itu. Dan orang yang terlihat selalu berpikiran positif pun ga berarti ga pernah berpikiran negatif. They fight the negativi ty on their min ds. Kenapa perlu berpikir positif? Karena berpikiran negatif tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah beban pikiran karena over thinking yang ga penting. Berpikir positif itu bisa bantu berpikir lebih jernih dan ga menambah masalah baru dari negative thinking yang berujung sensi sama orang lain 😂 Dan masih banyak lagi Bisa ber- positive thinki ng itu butuh ilmu dan latihan. Ga cukup waktu hanya sehari-dua hari buat jd terbiasa, dan ga cukup juga hanya baca buku sekilas tanpa direnungkan, diresapi dan dipraktekkan. Sepengalaman saya, saya membeli beberapa buku yang berhubungan dengan pengelolaan pikiran dan emosional, mencoba mencari celah tentang gimana sih praktek buat bisa jernih berpikir...

Unspoken words

Pernah ga merasa pengen cerita banyak, tapi pada akhirnya ga ada kata yang terucap selain diam? Momen ketika merasa ga ada orang yang pas buat jadi luapan curhat, sehingga aku berpikir hanya ke Allah lah aku curhat. Namun disaat aku seharusnya mulai curhat ke Allah, nyatanya lidahku pun tak tahu harus mulai dari mana. Saat itu aku hanya menatap langit yang terlihat dari sela genteng kaca tepat di atas aku duduk, disaat itu aku hanya berkata dalam hati: "Ya Allah, Engkau pasti tahu bukan?" Ya, tentunya Allah Maha Tahu, bahkan Allah tahu apapun yang aku tak mampu uraikan dalam lisan. Aku hanya menatap langit, menangis, menangis dan menangis. "Ya Allah aku takut, Ya Allah aku sedih, Ya Allah sungguh engkau lebih besar dari masalahku, Ya Allah ampuni aku, Ya Allah tolong aku, Ya Allah peluk aku, Ya Allah jangan tinggalkan aku, Aku yakin Engkau memberikan yang terbaik lebih dari yang aku inginkan." Hanya seputar itu saja yang aku ungkapkan. Aku hanya ingin bersimpuh...