Terbiasa sendiri..
Kalau diingat-ingat saya terbiasa sekali sendiri
Dulu saya main monopoli sendiri
Berperan menjadi beberapa pemain dengan diri saya sendiri. Karena kakak saya lebih mau main monopoli bareng tetangga dibanding saya.
Main congklak sendiri.
Main catur sendiri,walau wktu itu blm ngerti aturannya.
Berangkat sekolah SD kadang sendiri, karena kadang saat temen saya datang untuk ajak bareng, disuruh duluan aja sama ortu saya.
Berangkat sekolah SMP sendiri jalan kaki atau naik becak, liat yg lain si antar motor kadang pengen gitu.
Pulang kuliah sendiri saat temen2nya yang lain udah punya pacar dan d antar jemput masing2.
Aaahhh sedih
Pernah ga merasa pengen cerita banyak, tapi pada akhirnya ga ada kata yang terucap selain diam? Momen ketika merasa ga ada orang yang pas buat jadi luapan curhat, sehingga aku berpikir hanya ke Allah lah aku curhat. Namun disaat aku seharusnya mulai curhat ke Allah, nyatanya lidahku pun tak tahu harus mulai dari mana. Saat itu aku hanya menatap langit yang terlihat dari sela genteng kaca tepat di atas aku duduk, disaat itu aku hanya berkata dalam hati: "Ya Allah, Engkau pasti tahu bukan?" Ya, tentunya Allah Maha Tahu, bahkan Allah tahu apapun yang aku tak mampu uraikan dalam lisan. Aku hanya menatap langit, menangis, menangis dan menangis. "Ya Allah aku takut, Ya Allah aku sedih, Ya Allah sungguh engkau lebih besar dari masalahku, Ya Allah ampuni aku, Ya Allah tolong aku, Ya Allah peluk aku, Ya Allah jangan tinggalkan aku, Aku yakin Engkau memberikan yang terbaik lebih dari yang aku inginkan." Hanya seputar itu saja yang aku ungkapkan. Aku hanya ingin bersimpuh...
Komentar
Posting Komentar