Terbiasa sendiri..
Kalau diingat-ingat saya terbiasa sekali sendiri
Dulu saya main monopoli sendiri
Berperan menjadi beberapa pemain dengan diri saya sendiri. Karena kakak saya lebih mau main monopoli bareng tetangga dibanding saya.
Main congklak sendiri.
Main catur sendiri,walau wktu itu blm ngerti aturannya.
Berangkat sekolah SD kadang sendiri, karena kadang saat temen saya datang untuk ajak bareng, disuruh duluan aja sama ortu saya.
Berangkat sekolah SMP sendiri jalan kaki atau naik becak, liat yg lain si antar motor kadang pengen gitu.
Pulang kuliah sendiri saat temen2nya yang lain udah punya pacar dan d antar jemput masing2.
Aaahhh sedih
Banyaknya kesamaan dan tawa yang aku dan kamu miliki dan berbagai rasa yang sempat saling berbagi, membuat aku mengira kamu adalah potongan hati pelengkap milikku. Namun aku lupa satu hal, untuk dapat melengkapi satu sama lain, yang aku butuhkan bukanlah bentuk potongan yang sama, melainkan potongan yang saling menggenapi kekosongan yang aku punya dan begitupun aku yang dapat mengisi kekosongan yang kamu punya. Kita telah mencoba dalam skala waktu yang semakin lama semakin membuat aku dan kamu saling terluka, dalam pemaksaan untuk menyatukan potongan itu. Hingga akhirnya kita menyadari usaha kita lama kelamaan hanya akan merusak potongan hati yang kita punya, entah itu patah, sobek, retak ataupun memar. Semakin kita mencoba, semakin kita melukai satu sama lain hingga rasanya benturan kecil akan membuat retak menjalar dengan rapuhnya untuk saling menggugurkan. Malam itu, saat tangis antara aku dan kamu saling tertahan. Saat aku dan kamu butuh untuk saling menguatkan dan berkata, ...
Komentar
Posting Komentar