Terbiasa sendiri..
Kalau diingat-ingat saya terbiasa sekali sendiri
Dulu saya main monopoli sendiri
Berperan menjadi beberapa pemain dengan diri saya sendiri. Karena kakak saya lebih mau main monopoli bareng tetangga dibanding saya.
Main congklak sendiri.
Main catur sendiri,walau wktu itu blm ngerti aturannya.
Berangkat sekolah SD kadang sendiri, karena kadang saat temen saya datang untuk ajak bareng, disuruh duluan aja sama ortu saya.
Berangkat sekolah SMP sendiri jalan kaki atau naik becak, liat yg lain si antar motor kadang pengen gitu.
Pulang kuliah sendiri saat temen2nya yang lain udah punya pacar dan d antar jemput masing2.
Aaahhh sedih
Pada suatu senja, di balkon lantai 2 rumah berwarna abu-abu, bercakaplah sepasang suami istri. "Untuk apa kita disini?" Tanya sang istri yang duduk bersebelahan suaminya dengan tatapan heran. "Memandang senja," jawab sang suami tenang. Sang istri mendengus, "Sudah kubilang, aku tidak suka senja. Aku lebih suka pagi. Bagiku senja membuatku hampa, seperti berada di kota mati sendirian ditengah para zombie. Sungguh tidak ada yang bisa kunikmati dari senja selain kegusaran," "Justru itu. Apakah ada pagi jika senja tak pernah ada? Bagaimana bisa kamu mensyukuri dan menikmati pagi yang kau sukai, jika senja yang kau benci tak pernah hadir untuk saling mengisi waktu yang saling berganti? "Istriku sayang, bersyukur itu satu paket, baik untuk yang kamu senangi menerimanya ataupun yang bahkan kau segan untuk menengoknya, "Seperti aku yang tidak sepenuhnya sempurna, yang pasti punya kekurangan sebagai manusia, namun kau mau menerimanya, hingga k...
Komentar
Posting Komentar