Langsung ke konten utama

Apa saya bisa?

pertanyaan itu berulang mengernyit dalam benak saya.
dari perbincangan hari jumat setelah pulang kerja bahwa saya setelah menikah insyaAllah ingin tinggal di dekat mereka.
hari ini pertanyaan itu seakan menggelitik saya, menggoda saya, meminta pertanggung jawaban atas pertanyaan itu.
hari jumat sepulang kerja, ibu saya tiduran diruang tv. ibu saya sakit, badannya panas, pilek, pusing dan tenggorokannya sakit.
kalau seandainya saya diposisi sakit itu, tentu orang tua saya, terutama ibu saya sudah sangat repot, dari menyegerakan saya minum obat sampai ke dokter berulang ulang kali. tapi toh saya tak berbuat banyak seperti itu ternyata. saat saya tanyakan sudah makan dan sudah minum obat, ibu saya sudah. dan sisanya saya meminta ibu saya istirahat. maafkan saya emak -panggilan ke ibu saya- masih jauh dari perhatian padamu. apa benar saya bisa sepenuhnya menjaga mu? atau malah tetap merepotkan dengan banyak hal. bahkan mengantar ke rumah sakit atau klinik aja ga bisa. maklum belum bisa naik motor, sampai harus panggil aa yg lokasi lebih jauh.
oiya, emak itu ga terlalu suka jalan2 liburan, ya kurang lebih kita setipe seleranya. emak pernah bilang, ga mau jalan2 kesana kesini, capek, mending makan ditempat yg nuansa saung2 gtu, makan2n tradisional sundaan, lalapan, ikan gitu.
insyaAllah ya mak, doakan anakmu ini biar bisa ngajak ketempat yg emak pengen. nnti saat Allah udah kasih rezekinya kita kesana sama bapak dan saya. bertiga. sesekali ingin bermanja ria dengan kalian diluar rumah. iya kita aja. emak cepet sembuh, uhibuki fillah

dari anakmu yg tak perhatian dan sering khilaf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 1: Positive Thinking

Positif thinking isn't an instant things Berpikir positif itu ga serta merta begitu aja disegala situasi dan kondisi bisa seperti itu. Dan orang yang terlihat selalu berpikiran positif pun ga berarti ga pernah berpikiran negatif. They fight the negativi ty on their min ds. Kenapa perlu berpikir positif? Karena berpikiran negatif tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah beban pikiran karena over thinking yang ga penting. Berpikir positif itu bisa bantu berpikir lebih jernih dan ga menambah masalah baru dari negative thinking yang berujung sensi sama orang lain 😂 Dan masih banyak lagi Bisa ber- positive thinki ng itu butuh ilmu dan latihan. Ga cukup waktu hanya sehari-dua hari buat jd terbiasa, dan ga cukup juga hanya baca buku sekilas tanpa direnungkan, diresapi dan dipraktekkan. Sepengalaman saya, saya membeli beberapa buku yang berhubungan dengan pengelolaan pikiran dan emosional, mencoba mencari celah tentang gimana sih praktek buat bisa jernih berpikir...

Wanita Berdaya Ramah Keluarga

Kalau dari judulnya agak berat ya buat saya tulis karena ga ada riset atau pendapat ahli dibidang tentang keluarga dan lainnya yang berkaitan. Dalam tulisan ini, saya bukan mengurai kriteria ideal wanita dalam keluarga dan rumah tangga, karena saya pun belum berpengalaman berkeluarga mandiri, wkwk.. Okaaayy.. mari mulai masuk topik bahasan ya. Hmm.. wanita berdaya tapi tetap ramah keluarga? Di zaman sekarang, dimana wanita sudah bebas melakukan kegiatan, bebas bersekolah sampai jenjang yang tinggi dan bekerja secara aktif bahkan pada bidang yang dulu cuma pria yang ada disana. Zaman yang sering di teriaki emansipasi dan kesetaraan gender antara kaum adam dan kaum hawa, yang pada kenyataannya juga suka lucu. Misal wanita minta disetarakan kedudukannya dengan pria, seperti bisa mencapai jabatan yang sama dengan pria, bisa dapat kebebasan yang sama dengan pria deh pokoknya, tapi di kondisi tertentu wanita juga ingin diprioritaskan dan didahulukan, seperti istilah "ladies first...

Aku Bersyukur bahwa Aku Muslimah

Saat aku minder dan merasa rendah diri, aku perlu ingat kalau aku sudah sangat beruntung. Allah tempatkan aku dilingkungan islam dan menjadikan aku sebagai muslimah, dimana tidak semua wanita di bumi ini mendapatkan kehormatan seperti aku.  Saat aku merasa tidak sehebat teman yang lain, dimana mereka memiliki karir melesat di perusahaan yang di sebut-sebut hebat, aku patut bersyukur Allah telah menempatkan aku di tempat terbaik untukku saat ini dengan banyak keberkahan dan keleluasaan untuk beribadah. Bukankah Allah tidak menuntut dan mewajibkan aku untuk menjadi manager atau posisi lebih tinggi dari itu? jika kelak aku menempati jabatan atau posisi tinggi, maka itu bonus bagiku dan bentuk Allah memberiku tanggung jawab lebih untuk bisa bermanfaat bagi rekan lainnya. Saat aku sedih dengan segala macam permasalahan yang ada, aku bersyukur karena Allah pernah berkata: La Tahzan Innallaha Ma'ana. Allah sudah dari jauh-jauh waktu memberikan jawaban atas kesedihanku dengan berk...