Langsung ke konten utama

Antri Dong

Jadi gini, gw pengen cerita tentang kejadian tadi siang waktu gw lagi antri beli belanjaan buat kebutuhan warung mamake. Saat itu, Hari pertama toko itu buka setelah libur lebaran. Kebayang dong ya berapa banyak orang yang menyerbu belanja buat menuhin sembako-sembako yang kekuras setelah olah mengolah di momen lebaran.

Orang banyak = Antrian panjang

Mantap-mantap sedap.

Ada lebih dari setengah jam gw antri buat sampe loket dimana gw nyebutin mau beli apa aja. Setelah gw nyebutin barang-barang yang mau gw beli gw bergeser buat antri bayar di kasir. Masih Ada lebih dari 3 org yang masih antri bayar sebelum gw. Baiklah gw ngantri sesuai urutan. Sesekali sambil nonton variety show. Instagraman juga. Tadinya mau main pubg, tapi khawatir gak engeh pas dipanggil.

Beberapa waktu berlalu.

Seorang ibu-ibu rambut sebahu dengan badan yang lebih besar dari gw make kaos biru dan celana selutut semacam celana daster rumahan bilang gini ke gw:

"Saya boleh ikut nitip beli 1 barang ga? 1 barang aja. Lama banget antrinya cuma mau beli 1 barang aja."

Gw mengira dia mau nitip belanja 1 barang. Gw diem dulu mikir nih. Trus gw jawab.

"Yah jangan deh bu, ribet nanti ngitungnya"

Okay tu gw tolak. Eh dia ngomong lagi.

"Bukan, mksdnya sebelum mbak saya dulu beli barang itu duluan."

Gw mulai ngerutin dahi nih. Dalam hati,

"Ini ceritanya dia mau nyelak antrian gw?"

Trus dia nyambung lagi,

"Boleh ya mbak, Saya beli 1 barang aja. Lama banget antriannya."

Hmm harus di apakan orang macam ini.

"Yah engga deh bu, Saya juga udah ngantri lama dari tadi. Maaf ya bu, sorry." Gw masih berusaha sopan jawabnya ni sama ibu-ibu yang ga tertib dan ga beretika ngantri nih. Mane kipe anda nyonya puff.

Gw nunggu masih menunggu. Sampe tiba dia nyampe loket buat nyebutin barang apa yg mau dia beli.

Do you know what???

Yang dia beli lebih dari satu jenis barang cuyyy. Bahkan lebih banyak dia barangnya dibanding gwwww.. trus tadi mau bego-begoin gw nyelak antrian dengan alasan cuma beli satu barang?

Untung ga gw kasih lu kupret puff. Semua org juga pada ngantri, emang lu doang kutu ancol??

Budaya ngantri ga cuma perlu di ajarin ke anak kecil sedari dini, tapi juga ke orang dewasa sebelum otaknya jdi tumpul bin norak.

Sekian unek-unek gw siang ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renunganku

  rasanya.. ya sedih, kenapa hal itu harus dikeluarkan disaat emosiku sebenarnya juga sedang menggembung dan siap meledak. Kenapa pas banget saat aku mau pergi survey? Dalam hatiku ga bisa ditunda ya sampe aku pulang survey? Sebelum dia menyatakan untuk hidup masing-masing dan saling tidak ketergantungan, aku sudah berpikir kita memang sudah seharusnya mulai belajar menjauh. Tapi.. aku tidak menyangka ini terjadi seperti bom. Aku akui aku overreacting, overthinking saat dia mulai menyinggungku dengan kata-katanya. Saat dia bilang ga mau di gitu-gitu lagi karena kata-kataku pada malam sebelumnya bilang aku sedih saat dia lama merespon dan responnya ga nyambung. Seperti aku yang berusaha untuk ada dan menanggapi kata-katanya, dan aku merasa apa yang aku katakan itu bagai angin lalu, yang mostly saat aku mengutarakan sesuatu dia malah membuka topik yang lain tentangnya. Aku merasa tidak dilihat ada.   Iya, memang timing yang tidak tepat kurasa sampai semuanya meledak seperti itu....

Unspoken words

Pernah ga merasa pengen cerita banyak, tapi pada akhirnya ga ada kata yang terucap selain diam? Momen ketika merasa ga ada orang yang pas buat jadi luapan curhat, sehingga aku berpikir hanya ke Allah lah aku curhat. Namun disaat aku seharusnya mulai curhat ke Allah, nyatanya lidahku pun tak tahu harus mulai dari mana. Saat itu aku hanya menatap langit yang terlihat dari sela genteng kaca tepat di atas aku duduk, disaat itu aku hanya berkata dalam hati: "Ya Allah, Engkau pasti tahu bukan?" Ya, tentunya Allah Maha Tahu, bahkan Allah tahu apapun yang aku tak mampu uraikan dalam lisan. Aku hanya menatap langit, menangis, menangis dan menangis. "Ya Allah aku takut, Ya Allah aku sedih, Ya Allah sungguh engkau lebih besar dari masalahku, Ya Allah ampuni aku, Ya Allah tolong aku, Ya Allah peluk aku, Ya Allah jangan tinggalkan aku, Aku yakin Engkau memberikan yang terbaik lebih dari yang aku inginkan." Hanya seputar itu saja yang aku ungkapkan. Aku hanya ingin bersimpuh...

Reflecting Ourself

 having knowledges about a lot of stuff is good, and  having a knowledge about ourselves is the best way to start. sometime we start to learn about what in the outside, about people, how to make them happy, about what their favorite and many more. But, have you ever asked yourself about yourself? reflecting yourself in the mirror, looking yourself deeply, honestly saying everything you wanna say and expressing your truly emotion? sometimes we're prisoned in a streotype that making us keep a lot of things, a lot of emotion inside because one or another things, because we're trying to preventi hurt in other, but we're hurting ourself. we're pretending to be strong, to be happy, to be okay, but there're false. like a child who need help from adult to define what emotion they feel, an empathy for what their feel, and help them after they know what they feel so they can take an action which suitable for them. have we done it to ourselves? i think we need time for ourself...