Langsung ke konten utama

Cecuit tentang cerita pagi ni

Pagi ni, ada tetangga nanya ibu saya "mau ada tamu?" (istilah lain nanya ada org yg mau dtg lamar anak gadisnya. hihi..) gegara ibu saya lagi kukus ketan. padahal mah ketannya buat tujuh bulanan istri kakak -_-".
trus ibu saya jawab, "dia mah calob juga blm ada. masih jauh"
ada bener dan sedihnya juga sih. emang bener blm ada calon, tapi sedih dibilang jodohnya masih jauh sama ibu sendiri, dalam hati dilanjutin aja kata2 ibu saya "dijauhin dr jodoh yg tak baik, didekatkan dengan jodoh terbaik dari Allah, aamiin ya Allah".

sejujurnya saya udah niatin dalam hati kalo saya mau nikah tanpa pacaran. walau dlm pemikiran orang tua saya, pacaran sblm nikah itu sah-sah aja, tapi saya masih berharap nikah tanpa pacaran. kenapa? ya karena saya tau tak ada pacaran dalam islam, dan saya takut Allah ga sayang lagi sama saya, ga cinta lagi sama saya.
saya sudah berulang kali diselamatkan sama Allah dari yang namanya pacaran, yg Alhamdulillah hingga saat ini saya tidak pernah pacaran. kondisi saya ini ga jarang ditertawakan dan jd ledekan teman, ya karena saya tak pernah pacaran tu. kadang terlintas ragu, bakal dapet ga ya dgn jalan yg salah pilih ini, bukan ragu sama Allah dan takdir yg Allah udah tetapin, tapi ragy sama kondisi saya yang serampangan ini. apa iya ada yg memilih org yg ilmu agamanya masih tek cetek, masih banyak khilapnya, masih teramat banyak kurangnya lah. masih labil. hiksss...

saya yakin Allah ga akan sia-siakan niat baik saya InsyaAllah, dan Allah akan berikan yang terbaik, saya mah atuh perbaiki diri seperti kriteria org yg saya inginkan, hihiii

kriteria saya begimana sih? hehe curhat dikit lah ya, skalian list saya harus mmperbaiki bagaimana

1. cinta sy, kluarganya, kluarga sy krn Allah. knp? krn kalau alasannya kekal insyaAllah cintanya juga kekal, hihiiii
2. yang baik agamanya, sholeh, takut sama Allah, baik sholatnya, baik puasanya
3. sy suka yang dewasa, ya secara sy sadar diri sy kekanakkanakan, kalo sama2 kekanak kanakan, kan ribet. tapi walau dewasa, ttp bisa manja dibeberapa waktu yg tepat, cuiittt cuittt
4. bicaranya lembut, sopan santun perilakunya, namun tegas tapi ga keras.
5. tentu mmiliki penghasilan gigih berusaha. bukan harap yg mewah2, sebab selebihnya bisa dibangun bersama.
6. yang cerdas dan berwawasan luas, tak hanya ilmu dunia tapi juga ilmu agama. supaya bisa ajarkan sy dan anak kelak, hehe
7. bijaksana dan ga egois
8. ga pelit, terutama buat sedekah dan berbuat baik.
9. penyabar, krn sy kdg suka meledak2.
10. selalu bisa menjaga dan melindungi tapi tak buat saya manja
11. bisa jd ayah yg baik utk anak2nya kelak, so pasti syg dgn ank kecil
12. suka senyum dan pandai membujuk kalau sy lagi ngambek
13. baik lisan maupun lakunya. tak laku kasar dan kata2 yang tak baik.
14. tak suka yg main kekerasan
15. yang berpenampilan bersih dan rapi
16. yang tak suka sombongkan diri
17. punya visi dan misi hidup yang jelas
18. yg pemberani dan bertanggung jawab, dan bukan pengecut
19. tak suka ambil hak orang lain
20. tak banyak cakap yg tak perlu
21. setia

sy tulis cam panjang ni, bukan maksud dah ngebet atau nak lomba2 nikah dengan kawan, sy hanya tulis apa yg sy mau, dan mmperbaiki sesuai kriteria yg sy mau. lebih lagi sy tak nyaman bincang topik ni dengan kawan dan kluarga, malu rasanya, hihiiii... jadi nak tulis je di blog ni, hehehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 1: Positive Thinking

Positif thinking isn't an instant things Berpikir positif itu ga serta merta begitu aja disegala situasi dan kondisi bisa seperti itu. Dan orang yang terlihat selalu berpikiran positif pun ga berarti ga pernah berpikiran negatif. They fight the negativi ty on their min ds. Kenapa perlu berpikir positif? Karena berpikiran negatif tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah beban pikiran karena over thinking yang ga penting. Berpikir positif itu bisa bantu berpikir lebih jernih dan ga menambah masalah baru dari negative thinking yang berujung sensi sama orang lain 😂 Dan masih banyak lagi Bisa ber- positive thinki ng itu butuh ilmu dan latihan. Ga cukup waktu hanya sehari-dua hari buat jd terbiasa, dan ga cukup juga hanya baca buku sekilas tanpa direnungkan, diresapi dan dipraktekkan. Sepengalaman saya, saya membeli beberapa buku yang berhubungan dengan pengelolaan pikiran dan emosional, mencoba mencari celah tentang gimana sih praktek buat bisa jernih berpikir...

Mari Berbahagia

Bahagia itu diciptakan, bukan dicari apalagi dikejar Siapa yang mau bahagia? Pastinya semua mau dong ya, mana ada orang yang mau menderita. Bagi kamu, apa sih definisi bahagia itu? Karena kita ga akan tahu kita bahagia atau tidak kalau kita tidak tahu apa arti dari kata tersebut. Kalau kamu bertanya apa aku bahagia, jawabannya: Definitely yes yes yessssss!! Walau kadang suka lupa, tapi gapapa, itulah gunanya ada kamu untuk mengingatkan aku, dan begitupun aku yang ingin selalu mengingatkan kamu bahwa aku bahagia sudah mengenal kamu. 😂 Bagiku bahagia itu banyak. Seperti saat masih menghirup udara pagi, merasakan aroma tanah saat hujan, saat melihat orang lain tersenyum bahagia dan masih banyak lagi. Namun, pernah ga sih saat lihat pencapaian orang lain, lalu jadi baper ngerasa kita ga maju-maju sedangkan orang lain sudah sampai ini, itu dan sana? It's okay. Gapapa. Buat punya perasaan itu wajar kok. Jangan berlarut menyalahkan diri sendiri, karena memang manusia ...

Aku Bersyukur bahwa Aku Muslimah

Saat aku minder dan merasa rendah diri, aku perlu ingat kalau aku sudah sangat beruntung. Allah tempatkan aku dilingkungan islam dan menjadikan aku sebagai muslimah, dimana tidak semua wanita di bumi ini mendapatkan kehormatan seperti aku.  Saat aku merasa tidak sehebat teman yang lain, dimana mereka memiliki karir melesat di perusahaan yang di sebut-sebut hebat, aku patut bersyukur Allah telah menempatkan aku di tempat terbaik untukku saat ini dengan banyak keberkahan dan keleluasaan untuk beribadah. Bukankah Allah tidak menuntut dan mewajibkan aku untuk menjadi manager atau posisi lebih tinggi dari itu? jika kelak aku menempati jabatan atau posisi tinggi, maka itu bonus bagiku dan bentuk Allah memberiku tanggung jawab lebih untuk bisa bermanfaat bagi rekan lainnya. Saat aku sedih dengan segala macam permasalahan yang ada, aku bersyukur karena Allah pernah berkata: La Tahzan Innallaha Ma'ana. Allah sudah dari jauh-jauh waktu memberikan jawaban atas kesedihanku dengan berk...