bisa aku istirahat? berhenti sejenak dari tekanan ini? aku merasa sangat stress dan tidak bisa melakukan banyak hal aku ingin menyerah, tapi untuk hidup butuh biaya apa aku semakin tidak berharga, saat masa depan menikah belum ada, umur sudah segini, pekerjaan tidak ada, aku hanya ingin bilang aku lelah, aku ingin berhenti dan terlepas dari mereka semua aku ingin melepaskan emosiku sejernih-jernihnya aku ingin menikmati hidup aku ingin menikah, punya anak dan punya hidup yang tenang dan damai aku ingin bekerja dengan bahagia, bukan tertekan tanpa akhir dan juga tidak bisa mendapatkan hak ku bahkan sekedar ingin cuti aku capek, lelah badan dan emosional
rasanya.. ya sedih, kenapa hal itu harus dikeluarkan disaat emosiku sebenarnya juga sedang menggembung dan siap meledak. Kenapa pas banget saat aku mau pergi survey? Dalam hatiku ga bisa ditunda ya sampe aku pulang survey? Sebelum dia menyatakan untuk hidup masing-masing dan saling tidak ketergantungan, aku sudah berpikir kita memang sudah seharusnya mulai belajar menjauh. Tapi.. aku tidak menyangka ini terjadi seperti bom. Aku akui aku overreacting, overthinking saat dia mulai menyinggungku dengan kata-katanya. Saat dia bilang ga mau di gitu-gitu lagi karena kata-kataku pada malam sebelumnya bilang aku sedih saat dia lama merespon dan responnya ga nyambung. Seperti aku yang berusaha untuk ada dan menanggapi kata-katanya, dan aku merasa apa yang aku katakan itu bagai angin lalu, yang mostly saat aku mengutarakan sesuatu dia malah membuka topik yang lain tentangnya. Aku merasa tidak dilihat ada. Iya, memang timing yang tidak tepat kurasa sampai semuanya meledak seperti itu....